Sebelum kita melakukan berbagai perbuatan ibadah, seperti wudhu, sholat, zakat fitrah, puasa, dll. selalu diawali dengan niat. Hari ini aku baru saja mengetahui bahwa niat yang sebenarnya itu adalah niat yang benar-benar dari dalam hati, bukan dalam bentuk lafaz. Dari berbagai literatur yang aku baca, tidak pernah ada surah, sunnah ataupun hadis yang mengatakan mengenai niat dalam bentuk lafaz. Lafaz dibaca kecuali kalau kita merasa was-was atau ragu-ragu akan niat kita dalam hati.
Jadi niat yang sebenarnya adalah keinginan yang ditekadkan dalam hati dengan sebenar-benarnya, sesadar-sadarnya dan seikhlas-ikhlasnya. Mengucapkan niat seperti usalli atau nawaitu sebenarnya tidak benar-benar perlu, kecuali untuk meyakinkan saja.
